SELAMAT DATANG DI BLOG CILIBUR COMUNITY

==========================================================================================

======================================================================================================

Kamis, 04 November 2010

Acara Tahunan

Moment Lebaran

Lebaran adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh kaum muslimin di muka bumi. Begitu juga bagi kami anak-anak cilikers comunity dimana waktu lebaran adalah waktu untuk kita semua bisa bertemu dan berkumpul bareng keluarga atupun temen. Kami semua rata-rata sudah bekerja dan ada juga yang masih sekolah. Kita semua terpencar-pencar di berbagai daerah ada yang di jakarta, bandung, bogor, jogja, makasar dan masih banyak tempat2 lain. Biasanya kita bertemu satu kali dalam satu tahun yaitu pada saat hari raya idul fitri, banyak diantara kami yang bisa meluangkan waktunya untuk pulang dan berkumpul bersama keluarga dan teman2. Pada saat lebaran biasanya kita gunakan untuk kumpul2 bareng dan mengadakan kegiatan bersama untuk melampiaskan rasa kangen kita dan melakukan refreshing untuk melupakan sejenak rutinitas kita sehari-hari untuk bekerja da berusaha.
Pada lebaran kali ini, rata2 dari kami pulang semua namun ada beberapa temen yang ngga bisa pulang karena berhalangan namun tidak mengurangi rasa kebahagiaan kita semua karena jarak dan waktu bukanlah penghalang bagi kami untuk selalu berkomunikasi dan bergembira. Lebaran kali ini kita tidak sia-siakan dan lebih banyak kita guanakan untuk kumpul2 barangdan mengadakan jalan jalan bareng keCilacap yang tempatnya lumayan jauh dari tempat kami, Disana kita gunakan untuk makan bareng,jalan jalan foto foto bercanda tertawa pokoknya asik banget hingga rasa penat, capai dan penderitaan yang kita alami bisa terlupakan sesaat di ganti dengan kebahagiaan yang tak ternilai harganya. Walau kita telah berajuahan tapi kita tetap bisa kompak dan saling berkomunikasi sesamanya. Saat kita kumpul2 bareng biasanya kita banyak gunakan untuk bercanda,tertawa, main, bercerita dan bertukar fikiran entah mengenai pengalaman atupun masalah2 pribadi masing masing, hal itulah yang membuat kita semua merasa kangen dengan saat saat seperti itu. Saat kita bersama, kumpul bareng, brcanda bareng, tertawa dan maen bareng saat itulah rasanya  kita semua tak mau berpisah dan selalu ingin terus bersama. Tapi ada yang lebih penting dari itu semua mengejar masa depan yang gemilang. Moga saja persahabatan kita tetap abadi selamanya seperti bunga  edelweiss dan sekuat batukarang di tengah samudra luas. Dan semoga Alloh memudahkan jalan kita semua untuk meraih apa yang kita inginkan dan meraih kesuksesan untuk masa depan yang gemilang. Kebahagiaan yang paling luar biasa adalah saat kita bisa memberikan kebahagiaan pada orang orang yang kita sayangi trutama orang tua kita. Maju terus Temen temen Cilikers……CAyoooooo……Semangat…….
cilibur Juga masih banyak linknya jika temen"..pingin bekunjung ke link" cilibur lainnya temen bisa langsung ja link dibawah ini.
http://ciliboer.blog.friendster.com/  
http://miefta.wordpress.com/

PEMBANGUNAN JALAN Rt02 Rw01CILIBUR KERAJAN



Semangat warga dalam Pembangunan jalan Rt02 Rw01.
Minggu,31 Oktober 2010~/// Deru mesin diesel dari alat pengolah (molen) menandai dimulainya program pengecoran jalan lingkar RT 02. Dari H.Munasik sampai Abdul Karim begitu kata masyarakat cilibur.
Antusias warga cilibur begitu kuat, Tua, Muda, laki-laki, perempuan semua ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. pengecoran yang memakan waktu selama 3 hari ini.. dilaksanakan dari mulai pagi sampai malam(pukul 22.30). Sungguh sebuah pekerjaan yang sangat berat namun terasa ringan karena jiwa gotong royong dari masyarakat cilibur terutama warga RT 02 RW 01 yang selama ini mendambakan jalan yang layak.
Menurut Pak Tohimin selaku Ketua RT 02, program ini menghabiskan dana kurang lebih 50 juta rupiah. & Dana tersebut berasal dari sumbangan warga masyarkat RT 01,02 dan 03. Dengan kata lain program pengecoran jalan ini merupakan swadaya murni dari warga tanpa bantuan sepeserpun dari Pemerintah.
akhirnya kami hanya dapat mngucapkan terima kasih kepada warga masyarakat yang telah membantu baik materi, tenaga maupun doanya..(posted by faix)

Selasa, 02 November 2010

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PADA ANAK





         Membaca merupakan salah satu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dalam dunia pendidikan, sampai saat ini. Baik di tingkat sekolah dasar, menengah, maupun tinggi. Setiap orang tua pasti bangga memiliki seorang anak yang pandai, tidak ada satu orang tua pun di dunia ini yang menginginkan anak yang miskin ilmu pengetahuan maupun tak punya wawasan yang luas. Kepandaian seseorang tidak dapat lepas dari kegiatan membaca karena dengan membaca bisa mengetahui banyak sekali hal-hal yang terjadi di buni ini. Selain itu kita dapat memahami isi yang tertulisdi dalam buku yang kita baca. Namun dalam kenyataan sekarang iniminat baca di negara kita masih sangat rendah ataupun kurang.


Rendahnya minat baca atau rendahnya budaya membaca dapat disebabkan berbagai faktor. Faktor secara pribadi berkaitan dengan kurangnya motivasi/ dukungan dalam diri siswa untuk menanamkan bahwa kegiatan membaca merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi diri sendiri. Faktor yang lain adalah lingkungan sekitar yang menjauh dari kegiatan dan kebiasan membaca (merupakan faktor yang sangat berpengaruh besar).
Untuk dapat menghadapi atau membantu masalah di atas salah satu yaitu menanamnya minat baca di lingkungan keluarga. Anak-anak selalu cenderung meniru tingkah laku yang dilakukan oleh anggota keluarganya. Jika seorang anak lahir dan dibesarkan di dalam keluarga yang duka membaca secara langsung si anak akan meliht danmerasakan bahwa kegiatanmembaca merupakan kegiatan yang bermanfaat serta menyenangkan.
Dalam hal ini orang tua sangat berperan penting untuk meningkatkan minat baca si anak. Orang tua harus dapat menyediakan banyak buku-buku sabagai bagian dari kebutuhan rumah tangga. Selain menyediakan buku bacaan mungkin dengan membeli. Dalam membeli buku orang tua harus menyeleksi buku bacaan terlebih dahulu, apakah patut dibaca oleh anak atau tidak patut untuk dibaca anak. Karena sebuah bacaan akan berpengaruh dalam pembentukan kepribadian anak. Pembelian buku bacaan tidak harus yang mahal, tetapi yang lebih penting kita lihat isinya (bagus atau sesuai tidak untuk dibaca). Orang tua bisa membuat perpustakaan kecil dengan rak-rak berisi buku-buku bacaan yang ditata rapi agar menarik hati anak untuk membacanya. Penyusunan buku bacaan sebaiknya disusun sesuai dengan jenis bacaan. Buku bacaan anak-anak diusahakan dipisah dengan buku bacaan orang dewasa serta ditaruh dirak bagian paling bawah agar memudahkan anak dalam penataan dan pencarian buku.
Orang tua harus bisa membangun suasana perpustakaan yang kondusif, nyaman danmenarik bagi anak dengan penerangan yang memadai, adanya sirkulasi udara yang baikderta tidak lembab.
Selain membuat perpustakaan, ada hal-hal lain yang bisa dilakukan. Mengenalkan buku bacaan kepada anak sejak dini, menumbuhkan keinginan membaca sejak kecil. Bila dimulai sejak dini/ balita dengan memberikan pada anak buku bacaan yang lebih banyak ada gambar warna-warni dibanding teks, sehingga anak akan tertarik. Ketiga, bermain sambil membaca. Orang tua bisa menyuruh si anak membacakan resep dari masakan yang akan dibuat. Keempat, mengajak anak pergi ke perpustakaan umum, toko buku atau yang lainnya untuk lebih menambah pengetahuan anak tentang dunia buku. Kelima, supaya anak lebih bersemangat melakukan kegiatan membaca sebaiknya setiap keli anak membaca buku, tanyakanlah apa isi buku yang telah dibacanya. Ciptakan diskusi kecil dalam keluarga disaat waktu-waktu santai dan senggang. Untuk menjawab pertnyaan si anak akan berlatih untuk berani mengeluarkan pendapat mereka. Keenam, orang tua juga bisa membimbing anak untuk membuat ringkasan cerita dari buku yang telah dibacanya, kemudian menyuruh si anak untuk bercerita dengan bahasa sendiri.
Dari hal-hal yang telah diuraikan di atas, diharapkan minat serta motivasi anak dalam mencari ilmu dan informasi dalam hal ini “membaca” akan terus menimgkat.
SUMBER :http://intl.feedfury.com/

Minggu, 20 Juni 2010

POTRET DESA KITA

 

Potret Desa Terpencil di Brebes

Semua Penduduk Pria Merantau

DESA Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Brebes, memiliki keunikan tersendiri yang membuat desa itu berbeda dari desa lain. Keunikan itu karena lebih dari 50% warganya adalah perantau. Bahkan, ada dukuh yang seluruh warganya perempuan. Sementara suami, tidak ada di rumah alias bekerja di rantau.
Kesan sepintas ketika memasuki jalan desa ini cukup mengesankan. Beberapa bangunan rumah permanen bergaya modern, berjajar rapi di sepanjang kiri kanan jalan. Suasana ini cukup menjadi penghibur bagi pengguna jalan setelah melewati tanjakan yang rusak berat dari Kota Bumiayu.
Tidak seperti layaknya desa terpencil, penduduk Desa Cilibur tampaknya sangat mengikuti perkembangan mode. Hal ini terlihat dari kendaraan yang lalu lalang di jalan desa. Sebagian besar adalah motor keluaran pabrik ternama dengan usia di atas tahun 2000. Sebagian warganya pun cukup modis dengan berbagai aksesori busana yang aneh untuk ukuran orang pedesaan.
"Mereka itu warga yang bekerja di perantauan. Kalau pulang pasti bawa barang-barang dari kota," kata Kepala Desa Cilibur Suwargi ketika ditemui di kantor desa setempat.
Penjual Bubur
Dia mengungkapkan, mayoritas warga Cilibur adalah perantau yang berprofesi sebagai penjual bubur ayam. Mereka tersebar di berbagai wilayah di Jawa Barat, seperti Jakarta, Bekasi, dan Bogor.
Sebagai contoh Dukuh Tengah. Sebanyak 42 kepala keluarga yang tinggal di dukuh itu, seluruhnya merantau ke luar daerah.
Praktis, pada hari-hari biasa seperti sekarang, penduduk yang ada hanya perempuan dan anak-anak. Sedangkan warga pria hanya kelihatan dua bulan sekali saat pulang menjenguk keluarga.
Keberadaan para perantau di Desa Cilibur telah mengangkat perekonomian desa. Bahkan, hal itu dibuktikan dari kondisi ekonomi keluarga para perantau. Rumah permanen yang berjajar di sepanjang jalan desa adalah milik perantau yang ditinggali anggota keluarga mereka.
Suwargi menambahkan, terdapat 9.837 penduduk Cilibur yang terbagi dalam 2.371 rumah tangga. Selain menjadi perantau, mereka adalah petani dan buruh tani yang menggarap 642.205 hektare lahan pertanian di desa tersebut. Di antara warga Cilibur, terdapat pula yang masuk dalam kategori miskin, yaitu 600 keluarga. Mereka bekerja sebagai buruh tani dan tinggal di rumah-rumah semipermanen hingga nonpermanen.
Sangat Berat
Meski telah tersentuh peradaban modern, akses menuju Desa Cilibur tergolong sangat berat. Hal itu karena jarak tempuh lokasi desa terjauh dari pusat Kota Bumiayu, yakni 15 kilometer yang dipenuhi bebatuan besar dan jalan aspal berlubang.
Menurut Kepala Badan Perwakilan Desa (BPD) Cilibur Nuridin, tiga tahun lalu jalan menuju Desa Cilibur masih mulus karena baru selesai diaspal. Namun, baru tiga bulan berselang, kondisi jalanan sudah mulai rusak dan berlubang.
"Jalannya ikut pemborong. Waktu dibangun jalan mulus tapi setelah pemborongnya pergi, jalannya jadi rusak," ujar dia.
Kini kerusakan benar-benar sudah sangat parah.
Selain kendala transportasi, masalah yang dihadapi desa itu adalah listrik. Salah satu pedukuhan yaitu Dukuh Ancik yang dihuni 156 keluarga, hingga saat ini belum menikmati aliran listrik.
Hal itu telah berkali-kali diusulkan ke Pemkab dan Dewan. Upaya warga mendapat respons dari Dewan dan dijanjikan akan dimasukkan dalam perubahan anggaran tahun ini.
Nuridin menambahkan, Desa Cilibur sebenarnya memiliki potensi wisata hutan, yaitu hutan Candi Pangkuan. Hutan itu memiliki keunikan karena dihuni ratusan kera jinak. Pada hari-hari tertentu seperti Minggu dan libur, hutan itu dikunjungi warga dari luar kota yang ingin menikmati keindahan pemandangan hutan dan melihat kera.
Namun, potensi itu hingga kini belum tergarap optimal, karena jalur transportasi menuju hutan Candi Pangkuan masih sulit.
Meski masih banyak kekurangan, sebagian besar warga desa menyatakan sangat berterima kasih kepada Pemkab, pemerintah kecamatan, serta anggota Dewan atas kepedulian terhadap Desa Cilibur.
Nuridin mengungkapkan, tahun ini desanya akan memperoleh bantuan pembangunan DAM penahan banjir di Sungai Longkrang. "Tahun ini kami juga dijanjikan anggota Dewan dari Paguyangan akan memperjuangkan realisasi saluran air untuk warga yang kekurangan air," katanya. (Suwandono-37)
(dikutip dari harian suara Merdeka)

Minggu, 30 Mei 2010

Facebook ‘Dihantam’ Virus Berbahaya

Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil 
font Perbesar 
font
foto berita artikel Sebuah worm harus bertanggung jawab setelah adanya pengiriman kode ‘jahat’ ke pengguna Facebook, yang tertampil seperti kode biasa. Representitive Facebook, Barry Schnitt mengatakan bahwa worm tersebut bukanlah hal baru, worm tersebut sudah pernah hadir di Facebook bulan Agustus lalu, dan variant worm tersebut hanya menargetkan ke pengguna Facebook.
Sementara itu, Craig Schmugar, peneliti ancaman virus dan worm dari McAfee Avert Labs, mengkonfirmasi bahwa worm Koobfaces ini biasanya hanya menyerang ke situs jejaring social. Namun, dalam situs Facebook, merupakan kejadian yang lain, tambahnya. Ketika user menerima pesan di inbox Facebook, terdapat pesan yang bertuliskan, “You look funny in this new video” atau hal yang sama lainnya, lalu penerima pesan aka didorong untuk meng-click di link yang telah disediakan. Jika link tersebut diklik, maka akan menuju ke situs sebuah video, yang memiliki pesan yang mengatakan bahwa dibutuhkan update Flash sebelum video dapat diputar, dan file eksekusinya bernama flash_player.exe.
Sebuah virus mail baru juga telah menargetkan pengguna Facebook dan mengantar korbannya ke satu situs yang meminta user untuk men-download Trojan, yang dibungkus oleh update Adobe Flash. Jika user menyetujui proses instalasi Flash, maka worm Koobface akan mulai men-download program yang dinamakan tinyproxy.exe, yang kemudian akan me-load proxy server bernama Security Accounts Manager (SamSs), yang akan aktif ketika user melakukan restart computer. Lalu Koobface akan merekam traffic di port TCP 9090 dan proxy semua traffic keluar HTTP. Schmugar mengatakan bahwa versi Koobface tersebut juga mengandung bot, yang berlaku sebagai komponen untuk menginstal aplikasi di lain waktu.
Sementara Schnitt menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan cara cepat untuk mencegah penyebaran worm tersebut, yakni dengan cara mereset password di account user yang terinfeksi, menghapus pesan spam, dan mengkoordinasikan dengan pihak ketiga untuk menghapus content ‘jahat’ dari website mana saja. (h_n)
sumber(http://www.beritanet.com /)

Sabtu, 24 April 2010

TEKNOLOGI INFORMASI DI ERA GLOBALISASI




Teknologi Informasi di Era Globalisasi
        Di era globalisasi, teknologi informasi berperan sangat penting. Dengan menguasai teknologi dan informasi, kita memiliki modal yang cukup untuk menjadi pemenang dalam persaingan global. Di era globalisasi, tidak menguasai teknologi informasi identik dengan buta huruf.

Teknologi Informasi (TI) dan multimedia telah memungkinkan diwujudkannya pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, yang melibatkan siswa secara aktif. Kemampuan TI dan multimedia dalam menyampaikan pesan dinilai sangat besar. Dalam bidang pendidikan, TI dan multimedia telah mengubah paradigma penyampaian materi pelajaran kepada peserta didik. Computer Assisted Instruction (CAI) bukan saja dapat membantu guru dalam mengajar, melainkan sudah dapat bersifat stand alone dalam memfasilitasi proses belajar.

Penekanan penting akan memaksimumkan sumber daya manusia di semua sektor, berarti kita akan membutuhkan sistem komunikasi yang sangat efektif. Apabila kita merespons pada kebutuhan fokus awal seharusnya lebih berdasarkan penerimaan informasi daripada penyebaran informasi. Hal ini hampir memutarbalikan peran jika dibandingkan dengan peran komunikasi administrasi pendidikan yang dulu.

Perbedaan utama antara negara maju dan negara berkembang adalah kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan yang pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di negara-negara maju karma didukung oleh sistem informasi yang mapan. Sebaliknya, sistem informasi yang lemah di negara-negara berkembang mengakibatkan keterbelakangan dalam penguasaan.ilmu pengetahuan.dani teknologi. Jadi jelaslah bahwa maju atau tidaknya suatu negara sangat di tentukan oleh penguasaan teirhadap informasi, karena informasi merupakan modal utama dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan.teknologi yang menjadi senjata pokok untuk membangun negara. Sehingga apabila satu negara ingin maju dan tetap eksis dalam persaingan global, maka negara tersebut harus menguasai informasi. Di era globalisasi dan informasi ini penguasaan terhadap informasi tidak cukup harnya sekedar menguasai, diperlukan kecepatan dan ketepatan. Sebab hampir tidak ada guna menguasai informasi yang telah usang, padahal perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat mengakibatkan usia informasi menjadi sangat pendek, dengan kata lain, informasi lama akan diabaikan dengan adanya informasi yang lebih baru.

Masukan (input) dan kontribusi langsung dari para pemegang peran (stakeholders) yang lain; siswa, orang tua dan anggota masyarakat juga memberikan informasi yang sangat membantu dan meningkatkan dukungan masyarakat bagi pengembangan sekolah. Jika obyektifitas utamanya adalah memaksimalkan pendidikan sumber daya manusia maka hal itu telah meningkatkan hubungan komunikasi kita dengan seluruh sektor lingkungan pendidikan dan para pemegang peran (stakeholders). Lagipula kunci utama untuk meningkatkan komunikasi harus terfokus pada saling berbagi komunikasi terbuka dan meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan dukungkan dari segala bidang.

Kehidupan kita sekarang perlahan lahan mulai berubah dari dulunya era industri berubah menjadi era informasi di balik pengaruh majunya era globalisasi dan informatikamenjadikan computer, internet dan pesatnya perkembangan teknologi informasi sebagai bagian utama yang harus ada atau tidak boleh kekurangan dikehidupan kita. Aktifitas network globalisasi ekonomi yang disebabkan oleh kemajuan dari teknologi informasi bukan hanya mengubah pola produktivitas ekonomi tetapi juga meningkatkan tingkat produktivitas;dan pada saat bersamaan juga menyebabkan perubahan structural dalam kehidupan politik, kebudayaan, kehidupan sosial masyarakat dan juga konsep waktu dalam dalam berbagai lapisan masyarakat.

Tanggung jawab sekolah dalam memasuki era globalisasi baru ini yaitu harus menyiapkan siswa untuk menghadapi semua tantangan yang berubah sangat cepat dalam masyarakat kita. Kemampuan untuk berbicara bahasa asing dan kemahiran komputer adalah dua kriteria yang biasa diminta masyarakat untuk memasuki era globalisasi baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Maka dengan adanya komputer yang telah merambah di segala bidang kehidupan manusia hal itu membutuhkan tanggung jawab sangat tinggi bagi sistem pendidikan kita untuk mengembangkan kemampuan berbahasa siswa dan kemahiran komputer.
SUMBER : http://intl.feedfury.com/

Kamis, 22 April 2010

TEKNOLOGI MEMBANGUN DESA

TEKNOLOGI MEMBANGUN DESA
        Teknologi? Mendengar kata ini, pikiran Rita senantiasa seperti 'terpaku' pada high-tech. Padahal teknologi tidak selalu identik dengan high-tech dengan mesin-mesin modern yang serba terkomputerisasi. Peralatan yang sangat sederhana yang tanpa kita pernah sadari dan sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari pun bisa disebut pula dengan teknologi.

Dalam peradaban manusia, teknologi sudah banyak membantu kehidupan manusia hingga detik kini. Masih ingat bagaimana manusia purba yang hidup ratusan tahun yang lalu dalam menggunakan kapak yang terbuat dari pecahan batu saat hendak memotong atau megupas sesuatu. Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan zaman, teknologi dikembangkan untuk membuat hidup lebih baik, efisien, dan mudah. Penggunaan pecahan batu mulai ditinggalkan yang kemudian mulai tergantikan dengan potongan besi/baja atau sekarang kita sebut dengan pisau. Singkat kata, teknologi merupakan upaya manusia dalam membuat kehidupannya menjadi lebih sejahtera, lebih baik, lebih mudah, lebih enak dan seribu 'lebih' lainnya.

Tak bisa dihindari, manusia selalu hidup bersama teknologi. Sudah jutaan manusia yang hidupnya terbantu oleh kemajuan teknologi. Tidak hanya masyarakat yang hidup diperkotaan, masyarakat yang mendiami daerah-daerah terpencil pun kini sudah merasakan kemajuan teknologi. Bagaimana para petani yang biasanya membajak sawah menggunakan kerbau, kini mulai beralih menggunakan alat membajak dengan menggunakan mesin. Para nelayan tidak lagi melaut hanya mengandalkan tiupan angin. Mereka sudah mulai menggunakan mesin motor untuk melaut. Dengan adanya teknologi, sudah tak terhitung berapa orang warga desa yang terbantu hidupnya. Dalam bekerja, mereka semakin lebih mudah.

Hadirnya teknologi di desa, secara tidak langsung meningkatkan kemampuan produksi, memberikan nilai tambah pada komoditas lokal unggulan (local content), menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Tidak hanya itu saja, teknologi menciptakan kelompok-kelompok usaha mandiri yang berkemampuan dalam kegiatan ekonomi produktif. Teknologi membuat desa semakin maju.

Pada umumnya teknologi yang banyak diserap dan digunakan oleh masyarakat desa adalah Teknologi Tepat Guna (TTG). Ciri khas yang paling mendasar dari TTG adalah dapat dibuat dengan biaya yang relatif murah, cara membuatnya sangat mudah, dan menggunakan sumber-sumber daya setempat. Jenis TTG yang banyak digunakan cenderung merupakan alat atau mesin yang menunjang sektor pertanian, peternakan, perikanan, kesehatan, pengolahan pangan, pengelolaan air, sanitasi, dan sampah, pengelolaan masakan, tanaman obat dan sebagainya. Secara teknis, TTG merupakan jembatan antara teknologi tradisional dan teknologi maju. Namun sayangnya ketergantungan terhadap Bahan Bakar

Minyak (BBM) makin hari semakin tinggi. Memang, Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Namun jika tidak bisa dapat mengatur dalam pemanfaatan sumber energi seefisien mungkin, bukan tidak mungkin beberapa tahun ke depan Indonesia akan menjadipengimpor energi.

Maka untuk mewujudkan kemandirian energi pada tahun 2025 seperti diamanatkan dalam PP 5 Tahun 2006, sudah saatnya kita untuk mencari sumber energi alternatif/ baru. Salah satunya adalah memanfaatkan biji jarak untuk dijadikan biodiesel. Bisakah terwujud?


Berawal dari harga minyak dunia yang tinggi hingga mencapai 40 US $ per barel hingga pasokan minyak tanah di seluruh Indonesia yang mulai seret, maka dicari solusi produk baru sebagai pengganti Bahan Bakar Minyak (BBM). Ditemukan biji jarak yang bisa dijadikan biodiesel. Untuk tingkat paling sederhana biji jarak bisa longsung dipakai untuk memasak dengon menggunakan kompor biji jarak. Karena fungsi biji jarak sebagai pengganti sumbu kompor don minyak.

Dalam kondisi itu, diperlukan tindokan cepat dan cermat. Maka keluarlah Pepres No.5 tentang kebijakan Energi Nasional, kemudian disusul dengan Inpres No.1 tahun 2006 tentang bahan bakar nabati. Semua itu dilakukan dalam rongka mencari bahan bakar nabati pengganti BBM. Hal ini diielaskan oleh Dra. Anna Gurning, Msi., Kasi Rehabilitasi Lingkungan pada Dirjen PMD. "Dengan dasar itulah pertengahan tahun 2006 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyorakatdan Desa (Ditjen PMD) mencetuskan Desa Mandiri Energi (DME)" jelasnya.

Meskipun dasar hukum mengenai DME sudah jelas, namun tetap saja ada hambatan. Salah satu yang menjadi masalah klasik adalah masalah perdanaan. Sehingga DME tidak bisa diterapkan secara serempak ke seluruh desa yang ada di Indonesia. "Akhirnya kami pilih lima lokasi untuk dijadikan pilot project di Indonesia," paparnya.

Pada Tahun 2007 terpilih 5 daerah yang dijadikan pilot project yaitu Banten, Jawa Barat, Lampung, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tenggora. Tahun 2008 terpilih 5 lokasi daerah. Dan pada tahun 2009 terpilih 4 lokasi daerah DME. Ada tiga acuan yang digunakan dalam rangka penentuan desa lokasi DME, kata Anno Gurning. Pertama, data dari Badan Pusat Statistik, jumlah data miskin di Indonesia yang lebih dominan. Kedua, banyaknya lahan kritis (Badan Planologi, Departemen Kehutanan). "Ketiga, data dari departemen pertanian mengenai lahan untuk kesesuaian jarak pagar." paparnya.

Untuk menghasil pohon jarak dengan kondisi baik, Ditjen PMD melakukan kerjasama dan koordinator dengan Departemen Pertanian. Karena DME yang dimulai pada 2007 targetnya harus mencapai tiga ribu desa. Untuk membuat semangat, DME selalu melakukan lomba. Rencana ke depan adalah Ditjen PMD tidak menambah desa lagi, tapi menjadikan 14 desa pilot project menjadi desa DME. Jika lima desa saja dapat menjadi desa DME maka itu merupakan prestasi yang bagus. Untuk mencapai tujuan tersebut akan dilakukan pembinaan yang intensif. "Dengan cara kita lebih mengandalkan konsultasi dan dialog ke Pemda, agar investasi yang sudah diberikan tidak sia-sia," kata Anna Gurning.

Tahun depan, direncanakan akan dilakukan pembagian kompor biji jarak kepada warga desa. Jadi minimal desa pilot project DME sudah menggunakan kompor biji jarak. Dengan begitu akan menjadi contoh pada desa pilot project lainnya untuk menanam dan menggunakan biji jarak pagar. Untuk desa percontohan pohon jarak pagar yang buahnya dalam kondisi bagus di Desa Gunung Jati, Serang-Jawa Barat. Seandainya jarak pagar tidak termanfaatkan, tapi kondisi positifnya adalah lahan kritis sudah tidak ada karena sudah ditanam pohon jarak pagar.

Buah Jarak Primadona Energi

Ada pun mekanisme penyaluran biji jarak ke masyarakat sebagai berikut, setelah pemilihan lokasi untuk desa yang akan menjadi pilot project DME, Dirjen PMD atas nama menteri mengirim surat ke Bupati masing-masing wilayah untuk menentukan desa lokasi DME dengan kriteria yang ditentukan. "Setelah dilakukan evaluasi pada desa yang telah ditunjuk Bupati, baru program dikucurkan mulai dari memberikan buah biji jarak ke petani, memberikan upah, memberikan mesin, serta memberikan pelatihan. Hingga pemanfaatan dan pemeliharaan mesin," ucapnya.

Lantaran Ditjen PMD yang menentukan desa lokasi untuk pilot project DME maka "sense of belonging" dari masyarakat desa kurang. "Kecuali mereka yang menulis proposal untuk dijadikan desa pilot project, karena rasa memilikinya sudah ada," pungkasnya. Ada pun lahan yang diperlukan untuk menanam biji jarak adalah seluas 16 hektar. 16 Ha tersebut dibagi-bagi lagi menjadi 1 .hektar untuk pembenihan, 5 hektar untuk kebun induk serta 10 hektar untuk demonstration plot (demplot) atau area percontohan. "Tapi pada prakteknya hanya 15 hektar. Untuk 1 hektar jika cara menanamnya dengan cara monokultur dibutuhkan 1 kg biji jarak, yang akan menghasilkan 1.000 pohon. Estimasinya yong tumbuh sekitar 800 pohon," jelasnya.

Meskipun demikian pada waktu mesin akan diturunkan, pohon jarak belum berbuah serta koordinasi lintas sektor di daerah kurang. Itulah satu dari sekian kendala yang dihadapi. Akibatnya, pohon jarak tidak menghasilkan buah sesuai masa kerjanya, yaitu dalam waktu 6 bulan pohon jarak akan menghasilkan buah 250 kg dari lahan 1 hektar. "Pohon jarak akan maksimal setelah 3 tahun. Dengan catatan harus dirawat korena akan menghasilkan buah yang banyak", lanjut Anna.

BerpikirJangka Pendek

Disamping itu, tidak mudah bagi mereka untuk memberikan pemahaman tentang DME kepada warga desa. Sebab, warga desa umumnya hanya berpikir jangka pendek. "Warga desa hanya berpikir tanam, jual dan dapat uang. Mereka tidak berpikir biji jarak itu dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," sambungnya. Padahal waktu yang dipakai untuk mencari kayu bakar bisa dipakai untuk kegunaan yang lain. "Uang yang dipakai untuk koyu bakar bisa dipakai untuk kebutuhan yang lain. Semuanya itu berar+i mengurangi beban masyarakat/tuturnya. "Kami secara bertahap ingin mengubah pola pikir warga desa. Dengan ada DME, beban pengeluaran masyarakat miskin bisa berkurang. Mereka tidak menjarah dan merusak hutan untuk mencari kayu bakar. "Ini berarti warga desa sudah memberikan kontribusi untuk mengurangi pemanasan global (global warming),"pungkasnya.

Karena terbiasa dengan pikiran instan, sementara satu sisi DME merupakan proses mulai dari penyiapan lahan, penyemaian, penanaman dan perawatan, DME seakan jalan ditempat. Namun bagaimana pun, DME merupakan investasi yang harus dilakukan mulai sekarang. Dari 5 lokasi yang dijadikan pilot project poda 2007, kata Anna Gurning sudah menghasilkan. Tapi pada kenyataan sampai saat ini belum maksimal. "Ini karena koordinasi dan perhatian Pemda kepada program DME itu kurang. Mereka menganggap bahwa ini bukan program prioritas. Kalaupun bahan bakar sampai saat ini terjangkau tapi persediaannya hanya untuk 20 tahun," ujarnya. Ada pun lokasi DME yang benar-benar berhasil ada di Lampung Timur. Ini karena animo dan binaan dari Pemda sangat intensif. Timbul pemikiran baru, bagaimana caranya ke depan agar semua program dapat berjalan sebagaimana adanya karena kecenderungan untuk membuat pemahaman bahwa DME bukan program pusat melainkan merupakan program nasional. (Tim)-
sumber : Jurnal Terpadu Depdagri.
http://depdagri.go.id/